Tips Bagaimana Menyusun Kegiatan Outbound yang bagus

26 Apr 2017

Seringkali saat kita mendirikan kegiatan outbound, yang paling penting untuk diperhatikan diartikan sebagai bagaimana kalian menyusun rangkaian Acara Outbound. Jadi, perkembangan kita memelihara sebuah kesabaran pelatihan outbound training pada alam tersingkap sangat turun dengan susunan penyajian Acara outbound tersebut. Urutan penyajian kegiatan berikut sangat tersangkut dengan kesiapan fisik dan suasana lubuk peserta serta keterangsangan hati peserta tuntunan outbound. Lamun kita mengagak-agakkan urutan pelaksanaan outbound yang gagal, serta tidak makbul membuat tempat gembira yang terus merabung, maka pelatihan akan sangat membosankan serta tidak memukau. Selain ini penyusunan kegiatan outbound kudu mampu meningkatkan perasaan “memperoleh tantangan” yang semakin mumbul dari sambungan acara yang ada. Kalau kegiatan tuntunan outbound dimulai dengan kesabaran (exercise) yang sangat menyerbu dan maksimum kegembiraan, lalu pada kesigapan berikutnya pembawaan tantangan serta kegembiraan menurun, maka pelatihan outboundnya redup sukses.

Nah, berikut ini didefinisikan sebagai contoh barisan kegiatan outbound (pelatihan bumi terbuka) yang baik.

1. Doa rapi.

2. Stretching/peregangan otot-otot, diawali dengan lari-lari kecil, senam ringan dan pendinginan/cooling down. Kegiatan sports ini kudu dilakukan secara sungguh-sungguh agar otot menjadi lentur, & tidak tercipta kejang otot ataupun cedera.

3. Ice-breaking/permainan pemecah kebekuan. Kesibukan pemecah stagnasi dalam pelaksanaan outbound tujuannya untuk meninggalkan penghangatan (warming up) karet peserta sebaiknya terbentuk rasa persahabatan serta terbentuk sensasi yang menggembirakan (rapport)

4. Team building/membangun tim. Sesudah pemecah kelumpuhan dilakukan barulah dilakukan games-games outbound yang berupa team building

5. Perenungan/refleksi, dijalani untuk memproses pengalaman dari kegiatan yang sudah dilakukan

6. Penutupan.

Atas sudut tengadah filosofis tuntunan outbound, sejatinya ada 2 pendekatan yang dipakai didalam penyusunan urutan aktivitas kegiatan outbound. Permufakatan pertama berasumsi bahwa penyusunan (team building) harus bermula dari pengembangan diri (personal development).

Maka dari itu urutan kesabaran outbound harus dimulai dengan kegiatan penyusunan diri dengan perantara nabi kegiatan tantangan individual (personal challenge). Kesigapan pengembangan pribadi antara lain adalah produk di lokasi tali (high rope), / panjat sekat (wall climbing). Tujuan pelaksanaan ini merupakan untuk meningkatkan rasa percaya diri dan sikap mampu (self-efficacy).

Dengan tumbuhnya sikap afirmatif dalam pribadi seseorang bakal memudahkan sosok berinteraksi secara orang lainnya dalam sebuah tim. Asumsi lain dari pendekatan berikut adalah dalam membangun kru yang masif dan berkinerja tinggi haruslah dimulai dengan memiliki warga tim yang secara tunggal cukup tabah.

Pendekatan ke-2 berasumsi jika pembentukan kru outbound pantas didahulukan urutannya, baru setelah itu diikuti per kegiatan penjelasan diri. Alasannya lebih di kepentingan bagi outbound cikole menyusun stimulan emosi, sedari kegiatan yang menyenangkan, tidak banyak tantangan, yang lantas secara gradual ditingkatkan tantangannya dengan kesigapan pengembangan pribadi yang lebih menuntut ketahanan.

Biasanya yang menggunakan ragam kedua yang ada berasumsi kalau kegiatan tantangan personal (personal challenge) laksana high rope/airsofgun/rafting/paralayang/wall climbing bila berhasil dijalani akan menimbulkan perasaan kemajuan (sense of glory) menggulung ketakutan yang ada dalam diri. Prinsip ini bakal sangat gondok bagi anggota dan rata-rata apabila anggota outbound balik ketempat sikap, pengalaman /kenangan berhasil meraih kesuksesan berikut berkesan sangat mendalam.

 

referensi:

http://www.bandung-outbound.com/

https://id.wikipedia.org/wiki/Outbound


TAGS edukasi


-

Author

Follow Me


Categories

Archive